Prediksi Kota di Masa Yang Akan Datang Seiring Dengan Perkembangan Judi Daring

Pada saat ini, sangat mustahil untuk mengetahui apakah anda membaca ini di layar komputer, ponsel atau tablet. Namun, ada kemungkinan anda melakukannya di salah satu dari 150 kota metropolitan di dunia.

Lebih dari separuh masyarakat telah memilih tinggal di kota, angka ini akan terus naik mencapai 70% pada tahun 2050. Secara ekonomi, hasil dari urbanisasi bisa jadi mengesankan belum lagi ditambah dari penghasilan judi casino lokal. Karena kota bertanggung jawab atas 80% dari PDB global, keberhasilan selalu datang dengan konsekuensi. Pola konsumsi yang tidak berkelanjutan, degradasi lingkungan dan ketidak-adilan yang terus-menerus hanyalah beberapa contoh dari masalah yang menimpa kota modern.

Namun, dengan pengetahuan kita tentang kota dan digitalisasi saat ini khususnya di bidang judi online, kita harus optimis bahwa dalam beberapa dekade mendatang, kota-kota sudah dapat membangun kemitraan secara internasional dan memimpin untuk memajukan sektor hiburan live casino secara digital seperti di https://hokipanda.com. Website Hokipanda yang telah berjalan sejak 2008 ini menjadi sebuah contoh yang baik dalam melihat perkembangan taruhan online yang semakin marak di kalangan penduduk kota. Dilihat dari jumlah penjudi yang aktif bermain di situs tersebut semakin bertambah setiap tahun dari sejak bandar judi itu didirikan. Permainan judi pun semakin bervariasi, dari judi bola, rolet kasino, judi slot, kartu poker serta kartu domino. Semua itu bisa dengan mudah dimainkan dari sebuah website saja.

Berikut beberapa faktor yang akan dijadikan tolak ukur dalam melihat prediksi masa depan sebuah kota besar:

Skala Penduduk

Orang-orang yang pernah berkunjung ke New York, Shanghai, atau kota besar lainnya pasti melihat gedung pencakar langit yang secara tidak langsung membuktikan skala kapasitas mereka. Menurut sebuah penelitian oleh Geoffrey West dan Luis Bettencourt, menyatakan bahwa kota mengambil modal manusia dan fisik dalam skala yang superlinear. Hal ini jelas bertentangan dengan perhitungan tradisional, kota dapat memberi output yang lebih banyak untuk setiap unit yang mereka gunakan. Contohnya pada statistik PDB, upah, paten, dan pengeluaran R&D.

Baiknya, kota-kota fokus untuk memperbaiki infrastruktur dan layanan yang membuat mereka siap untuk menghadapi tantangan global. Mereka dapat menjadi solusi untuk perumahan ketika peningkatan penduduk yang diperkirakan mencapai 9,7 miliar pada 2050 terjadi.

Bagaimana dan Dimana Kita Bekerja

Kita akan menyaksikan kelompok pertama dari Generasi “C” (C untuk terhubung) menjalani seluruh hidupnya dikelilingi oleh dunia digital. Bersama dengan kemunduran baby boomer, munculnya era digital akan menjadi alasan yang cukup bagi generasi C dan Millenial untuk menemukan bagaimana dan dimana mereka bekerja.

Pada saat yang sama digitalisasi akan membentuk kontur produktivitas secara luas. Hal ini akan meningkatkan manfaat di sektor-sektor utama, seperti manufaktur, jasa keuangan, dan kesehatan. Pengusaha akan berkembang dengan mudah menjadi perusahaan multinasional dengan menggunakan platform seperti Amazon, Alibaba, dan Ebaya yang dapat melewati batas geografis.

Kota Akan Memimpin dan Negara Mengikuti

Studi terbaru mengatakan bahwa kota-kota maju dapat memupuk keterikatan komunitas, yang ditemukan di ruang terbuka dan penuh dengan penawaran sosial, sistem pendidikan yang mudah diakses, dan peluang keterlibatan warga. Keterikatan ini sendiri adalah mekanisme umpan balik positif yang berkolerasi dengan kebahagiaan keseleruhan, pertumbuhan PDB, dan banyak fitur lainnya untuk menunjang kehidupan modern.

Kemampuan kota untuk menciptakan kegiatan ekonomi dan inovasi yang belum pernah ada sebelumnya dapat memastikan bahwa mereka akan memimpin beberapa dekade mendatang. Saat ini, sudah banyak kota dengan fungsionalitas lebih tinggi daripada suatu negara. Sayangnya, dengan kemampuan ekonomi dan keterbukaan saja masih belum cukup, mereka membutuhkan kekuatan politik dan kedaulatan yang hanya bisa dimiliki oleh negara.

Tipe-Tipe Kota Menurut Pakar Geografi

Kita tidak bisa mendefinisikan peradaban modern tanpa menyebut nama kota tertentu. Masyarakat perkotaan sangat bervariasi dalam budaya, ukuran, dan ciri khas, yang membuat daerah tertentu dapat lebih unggul daripada pengembangan daerah lainnya. Biasanya, populasi suatu daerah menjadi indikator umum akan suatu kota yang lebih besar. Hal ini dikarenakan daya besar yang dihasilkan kota tersebut. Namun, dengan banyaknya migrasi dari desa ke kota akhir-akhir ini, akan sulit untuk menentukan kualitas apa yang membuat kota maju. Beberapa dekade terakhir, para pakar telah mengkategorikan kota menjadi empat kategori yang perlu anda simak sebelum memutuskan berpindah ke suatu kota.

Kota Global

Pertama kali muncul istilah ini adalah untuk menggambarkan pelabuhan Inggris saat Liverpool mulai terlibat pada perdagangan global pada tahun 1886. Sebagai gagasan dari globalisasi yang modern, “kota global” dipopulerkan oleh Saskia Sassen pada 1991 untuk menyebutkan kota Tokyo, London, dan New York. Kota-kota tersebut merupakan pusat penting untuk perdagangan barang dan jasa secara global yang menjadikan mereka lokasi utama dalam ekonomi dunia.

Kota Global tidak sepenuhnya ditentukan dengan ukuran kota atau populasi, kadang sulit untuk mengukur apa yang membuat kota global, namun ada beberapa ciri khas yang sama. Dalam bidang ekonomi, mereka harus bisa melayani berbagai layanan ekonomi internasional dan menjadi tuan rumah untuk beberapa kantor pusat perusahaan multinasional. Dalam bidang sosial, mereka harus mempunyai keragaman budaya, agama, ideologi, dan bahasa yang tinggi.

Liverpool mungkin dulunya adalah kota global, namun dengan beriringnya waktu kota tersebut sudah tidak lagi menjadi kota global, beberapa kota yang lebih penting saat ini mungkin pantas untuk mendapat predikat sebagai kota global seperti Shanghai.

Metropolis

Istilah metropolis sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ibu kota”, dimana para pemukiman menemukan dan menjajah daerah lain. Sejak itu, metropolis menjadi istilah untuk mendeskripsikan kota-kota besar yang menjadi pusat kegiatan sosial ekonomi berskala nasional maupun regional, serta berbagi banyak karakteristik yang sama dengan kota global.

Namun, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan kecil pada status kota metropolitan secara internasional. Kualitas hidup, pengembangan, dan infrastruktur yang buruk masih dapat ditemukan di kota metropolitan. Hal ini akan berpengaruh untuk penilaian mereka menjadi kota global. Singkatnya, kota global akan selalu menjadi kota metropolis, namun kota metropoltan tidak akan selalu menjadi kota global. Contohnya adalah kota Kairo di Mesir dan Jakarta di Indonesia.

Megacity

Megacity diugunakan untuk menggambarkan kota-kota dengan jumlah penduduk tertentu. Istilah ini pertama kali di gunakan oleh University of Texas pada tahun 1904. Definisi ini memiliki banyak ambiguitas, karena organisasi yang berbeda memiliki kriteria yang berbeda pula. Beberapa organisasi menyatakan bahwa kota dengan lebih dari 10 juta penduduk merupakan definisi yang tepat. Namun, ada pula yang menyatakan bahwa kota dengan 8 juta penduduk dengan kepadatan populasi mencapai 2000 orang perkilometer persegi dapat juga disebut sebagai megacity. Kota besar pertama yang memperoleh predikat sebagai megacity adalah kota New York yang mencapai angka 10 juta penduduk pada tahun 1936.

Megalopolis

Megalopolis merupakan sebutan untuk kota-kota yang memiliki jaringan dengan baik. Istilah ini muncul pada awal abad ke-20. Geografi memainkan peranan penting untuk sebuah kota megalopolis, seperti halnya transportasi regional dan internasional yang baik. Salah satu contoh megalopolis pertama adalah pantai timur laut Amerika Selatan, dari Boston Hingga Washington yang disebut sebagai BosWash Megalopolis.

Deretan Kota Paling Indah Dengan Jumlah Wisatawan Terbanyak di Dunia

Keindahan bisa saja datang dari berbagai bentuk, mulai dari seni dan arsitektur, pemandangan air dan pemandangan gunung, sejarah dan budaya, dan beberapa tempat yang membuat kita jatuh cinta pada pandangan pertama. Terdapat lebih dari 4.000 kota di dunia, mulai dari kemegahan kota Roma hingga menara Shanghai yang modern. Ada juga Venesia, sebuah kota terapung yang dipenuhi dengan kanal-kanal indah dan palazzo yang menakjubkan. Masing-masing dari mereka mempunyai daya pikat dan momen foto berharga berbeda sebagai alasan untuk mengunjunginya. Inilah daftar kota paling indah di dunia menurut kami.

Kyoto – Jepang

Mengunjungi ibu kota kekaisaran jepang ini, seperti kembali ke masa lalu. Kyoto merupakan salah satu kota kuno paling terpelihara di negara Jepang. Disini terdapat sekitar 1600 kuil budha dan 400 kuil shinto yang siap untuk dikunjungi. Pengunjung dapat meyaksikan bunga sakura pada bulan Maret dan April, dan bagi para pengunjung yang belum beruntung, masih ada Kyoto Botanical Garden dan Philosopher’s Path yang merupakan tempat paling populer untuk hanami. Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi kastil merah Nijo dengan lanskap taman kering yang disebut karesansui.

Florence – Italia

Italia tidak pernah kekurangan kota indah, mungkin kota Roma mendapat pujian karena menjadi kota paling bersejarah, tetapi Florence adalah sebuah keindahan yang murni. Pengunjung akan menemukan jejak keindahan Reinassance di seluruh kota, mulai dari Santa Maria del Fiore hingga Basilika Santa Maria Novella. Ponte Vecchio, Uffizi, dan ikon Michelangelo David juga patut dikunjungi saat berada di sana.

Bruges – Belgia

Bekas pelabuhan laut di Flander Barat ini menjadi salah satu kota terindah di dunia dengan jalan-jalan yang berbatu dan kanal-kanal yang tenang dipenuhi pohon. Kota ini dihubungkan melalui jaringan kanal yang menawan dari menara lonceng yang indah, rumah yang terhuyung-huyung, dan lapangan tanah pedesaan yang bergulir ke perairan Laut Utara. Mengunjungi kota ini seperti masuk ke dalam cerita dongeng. Mulai dari Groenerei (kanal hijau), dengan pastori abad ke-17 yang romantis, pepohonan, dan daun-daun pada tepiannya, hingga kemewahan The Burge, alun-alun pusat kota Baroque menjadi latar belakang yang pas untuk mimpi anda.

Hallstatt – Austria

Hallstatt merupakan pemukiman menakjubkan yang terletak di lereng Hallstatter See dan Dachstein Massif. Pada masa prasejarah, pemukiman kuno ini sudah bisa membuat garam di pantai yang sama dengan saat ini. Meskipun secara teknis Hallstatt bukan merupakan sebuah kota, situs warisan dunia UNESCO ini menjadi sebuah deskripsi tentang keindahan pegunungan Alpine, dimana gunung-gunung yang tertutup salju menghadap ke sebuah danau yang jernih.

Bergen – Norway

Sebuah kota yang dibingkai oleh fjord, Bergen, telah menjadi kota yang paling banyak dikunjungi dari Oslo (Ibu kota Norwegia) akhir-akhir ini. Faktor utama masuknya pariwisatawan ke kota ini adalah karena keindahannya yang menakjubkan. Dikelilingi oleh Seven Mountains dan dekat dengan beberapa lanskap pantai paling dramatis di negara ini. Kereta yang digerakkan oleh kabel menuju ke puncak Gunung Fløyen akan memberikan pengunjung kesempatan yang tidak pernah terlupakan.

Kota-kota Paling Maju di Dunia Saat Ini

Umat manusia telah berjuang dari zaman purbakala untuk menciptakan kota paling maju di dunia. Mereka bekerjasama menggunakan pemikiran maju dan inovatif mereka dalam berbagai bidang. Mulai dari teknologi, arsitektur, perencanaan kota, hingga masalah sosial untuk menjadi kota paling maju. Mereka selalu berusaha melampaui batas tentang apa yang disebut sebagai kota modern.

Kota-kota ini menjadi contoh kegigihan dan kerjasama menempatkan mereka pada garis depan kota paling maju dan modern saat ini.

Singapura

Singapura dikenal sebagai ibukota yang bersih dan penuh dengan inovasi. Ia menjadi jajaran teratas untuk kota modern di Asia. Negara yang memperoleh kemerdekaan pada tahun 1965 ini menjadi salah satu tempat terkaya di dunia dibawah kekuasaan Perdana Menteri Lee Kuan Yeuw yang memimpin selama lebih dari 30 tahun. Lee Kuan Yeuw berhasil mengarahkan penataan kota untuk meninggalkan ruang di seluruh pulau agar nantinya digunakan sebagai taman dan area hijau. Singapore juga terkenal dengan pemerintahannya yang paling tidak korup, ekonomi yang ramah untuk bisnis, sistem pendidikan terbaik, undang-undang kejahatan yang ketat, dan pentas seni yang berkembang pesat.

Helsinki – Finlandia

Helsinki telah membuat langkah yang jelas untuk menjadi kota modern baru di dunia. Mereka memliki zona Wi-Fi gratis di seluruh kota untuk mendukung kemajuan teknologi. Dalam bidang sosial, Finlandia sudah lama menjadi contoh kebudayaan maju. Mulai dari hal cuti hamil dan cuti pengasuhan hingga mengakui hubungan sesama jenis yang ditetapkan secara resmi pada tahun 2002. Mengingat pentingnya pendidikan di Finlandia, kota ini mempunyai 8 Universitas dan ratusan sekolah di dalamnya. Arsitektur Skandinavia modern juga berkembang pesat meski katedral neoklasik masih mendominasi pemandangan kota Helsinki.

San Francisco – Amerika Serikat

San Francisco adalah pusat inovasi teknologi dunia dan merupakan salah satu kota paling progresif secara sosial di Amerika. Ribuan orang yang bekerja di industri TI menganggap San Francisco sebagai rumah, khususnya Silicon Valley yang tekenal. Kawasan yang terletak di selatan San Francisco Bay Area tersebut menjadi basis ratusan perusahan teknologi besar, seperti Facebook, Apple, Google, dan berbagai startup hebat lainnya. Selain itu, lembaga teknologi seperti Ames Research Institute milik NASA juga berlokasi disini.

Shanghai – Cina

Shanghai merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 14 juta orang. Selama beberapa dekade terakhir. Shanghai telah berubah menjadi sebuah pusat keuangan terbesar dan menjadi pemimpin dalam ekonomi dunia. Kawasan Ekonomi Pudong diciptakan untuk investasi luar negeri, mereka menyerap modal luar negeri untuk menghasilkan banyak pembangunan ekonomi di Shanghai.

London – Inggris

London berhasil mengambil tempat sebagai kota dengan inovasi dan ekonomi global yang kuat. Saat ini, banyak gedung-gedung pencakar langit menghiasi kota tanpa kehilangan landmark kota bersejarahnya. Kota ini memiliki jaringan kereta yang luas untuk menghubungkan seluruh penjuru, membuatnya menempati peringkat keenam untuk kualitas infrastrukturnya. Menurut surveri kualitas hidup Mercer pada tahun 2012, London merupakan kota dengan kualitas hidup tertinggi di Inggris.